(diambil dari buku Perawatan Luka Diabetes, Penulis: Widasari Srigitarja SKp, ETN, hal.14-16, Penerbit Wocare Publshing)
KONSEP BARU
Studi tentang keadaan lingkungan yang optimal dan ber-peran dalam proses penyembuhan luka telah dimulai 30 tahun yang lalu oleh Dr. Winter. Penelitian dasar dan klinik mengenai perawatan luka berbasis suasana lembab (moist) telah memberikan pandangan yang berbeda diantara para pakar.

Gb. 11 Moist Dressing (dari buku Perawatan Luka Diabetes)
Saat ini perawatan luka dilakukan dengan tertutup untuk dapat tercapai keadaan yang lembab telah dapat diterima secara universal sebagai standar baku untuk berbagai tipe luka. Alasan yang rasional teori perawatan luka dalam suasana lembab adalah :
1. Fibrinolisis
Fibrin yang terbentuk pada luka khronis dapat dengan cepat dihilangkan (fibrinolitik) oleh netrofil dan sel endotel dalam suasana lembab.
2. Angiogenesis
Keadaan hipoksi pada perawatan tertutup akan lebih merangsang lebih cepat angiogenesis dan mutu pembuluh kapiler. Angiogenesis akan bertambah dengan terbentuknya heparin dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha)
3. Kejadian infeksi lebih rendah dibandingkan dengan perawatan kering (2.6% vs. 7.1%)
4. Pembentukan growth factors yang berperan pada proses penyembuhan dipercepat pada suasana lembab. Epidermal Growth Factor/EGF, Fibroblast Growth Factors/FGF dan Interleukin 1 /Inter-1 adalah substansi yang dikeluarkan oleh makrofag yang berrperan pada angiogenesis dan pembentukan stratum korneum. Platelet-derived Growth Factor/PDGF dan Transforming Growth Factor-beta/TGF-beta yang dibentuk oleh platelet berfungsi pada proliferasi fibroblas.
5. Percepatan pembentukan sel aktif
Invasi netrofil yang diikuti oleh makrofag, monosit dan limfosit ke daerah luka berfungsi lebih dini.

0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar